@sratnaningw

RSS

Adzan Telinga Kanan, Iqamat Telinga Kiri

Dengan referensi kitab "Tuhfatul Habib Ala Mihtaj ila ma'rifati alfadhil Minhaj", Ada beberapa hal sunnah dilakukan apabila bayi baru lahir, yaitu :
1. Meng-adzani telinga kanan
2. Meng-iqomat-i telinga kiri

Efeknya apa? Menurut hadist, ada jin tertentu yang bernama Ummu Shibyan (US), dia suka mengikuti kelahiran bayi. Nah adzan tadi berguna agar gangguan US tidak menimbulkan efek apapun. Selain itu, agar kalimat-kalimat tauhid menjadi ilmu pertama yang didengar oleh bayi.

Sebab, memang adzan memiliki keistimewaan tersendiri, yakni bila di bacakan akan membuat setan lari. Selain itu, di sunnahkan membacakan bayi Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah : 255), (QS. Al-A'Raf : 54), Ayat QS Al-Ikhlas di telinga kanan dan Ayat Muawwidzatain yakni (QS. Al-Falaq & QS. An-Nas)

Setelah itu di sunnahkan membacakan doa buat si bayi, yaitu :
a-ilaaha-illalla-hul adhimul halim. La illaha-illalla-hu rabbul arsyil adhim. La-ilaaha-illallahu rabbus samawati warabbul ardli warabul arsyil karim.

Lalu dilanjutkan pembacaan doa (QS. Al-Qadr : 1-5)
Dalam kitab Al-Bajuri (Hasyiah Fathul Qorib), InsyaAllah telah disebutkan sbb : "Dengan dibacakan QS. Al-Qadr ini, bayi tersebut insyaAllah tidak akan berzina seumur hidupnya".

Rekomendasi bacaan di atas tidaklah wajib, hanya alangkah baiknya dibacakan demi masa depan baik si bayi yang baru lahir.


Sumber : "Koran Harian Bangsa, Sabtu 15 September 2012, halaman : 6"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepucuk surat untuknya... :)



Calon suamiku…


Sengaja kusimpan rapi rindu ini,


Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta untukmu,


Yang saat ini belum bisa kuhaturkan padamu.


Hingga saatnya nanti tiba,


Ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita,


Dalam sebentuk ketaatan dan cinta,Upayaku menjadi sebaik-baik perhiasan dunia..




Calon suamiku..


Hari bahagia itu masih beberapa bulan lagi,


Tapi aku sudah merinduimu,


Engkau yang belum pernah hadir dalam episode kehidupanku,


Engkau yang sama sekali tak kukenal sebelumnya,


Pertemuan kita sekali saja..


Saat kau melihatku dan aku melihatmu


Sebuah proses syar’i yang diajarkan oleh Rosul kita yang mulia


Itu sudah cukup bagiku ,Untuk mantap dalam memilihmu..



Calon suamiku..


Bukannya aku ingin membanggakan diri,


Aku memilihmu bukan karena hartamu.


Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih kaya darimu,



Aku mantapkan hatiku bukan karena parasmu.


Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih tampan darimu,



Aku putuskan dirimu tuk jadi IMAMku bukan kerana nasab dan kedudukanmu.


Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih bangsawan dan berpangkat darimu.



Tapi aku tak mau hanya harta, paras, dan nasab atau kedudukan mereka..


Aku tak mau menyia-nyiakan sisa hidupku untuk mereka..


Yang kurang agama dan akhlaqnya..


Tapi aku ingin jadi orang yg beruntung seperti sabda Nabi kita..



“Wanita itu dinikahi karena empat perkara iaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)



Untukmu calon suamiku...


Ku memilihmu karena telah sampai berita kepadaku ,


Bahwa kau memiliki pemahaman aqidah yg lurus.


Kau mengusahakan sholat lima waktumu di masjid selalu,


Kau senantiasa mengamalkan sunnah-sunnah Rosul-Mu.


Kau upayakan dirimu tak ketinggalan hadir di majelis ilmu,



Serta alasanmu menikahiku adalah untuk menjaga kehormatanmu.


Telah pula sampai berita dari teman-temanmu,


Bahwa dirimu adalah sesosok yang baik dalam berperilaku.


Bahkan orangtua dan saudaramu memujimu..



Rasulullah Shalallohu’alayhiwasallam bersabda, "Bila datang kepada kalian orang yang kalian senangi akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah dia. Bila kalian tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di bumi." (Shahih at-Tirmidzi 3/305).



Calon suamiku..


Bukannya diri ini mencari kesempurnaan


Karena kutahu sebagaimana ada dalam diriku, pun pasti ada cela dalam dirimu



Calon suamiku....


Hari-hariku merayap lambat


Ketika ku hanya bisa berusaha sabar menantimu


Mengikrarkan akad yang kan menjadikanku halal bagimu


Tak ingin menodai proses yang selama ini diperjuangkan benar-benar syar’i




Calon suamiku..


Jika kau juga merinduiku,


Maka bersabarlah,


Tetaplah mengokohkan aqidah,


Tegarlah dalam menegakkan sunnah,


Istiqomah dalam berakhlaqul karimah,


Bersemangatlah dalam mencari maisyah,



Karena ku disini menantimu,


Dengan segenap rindu dan kesabaranku…


Dengan do’a yang kulantun di hembus angin…


Agar ALLAH senantiasa menjagamu..


Memudahkan urusanmu..


Menjadi bermanfaat bagi kaum muslimin, tak hanya bagiku..




SR & AF ^_^


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Suami = Tangan Kanan-Nya :)




Bagiku...




* Suamiku adalah tangan kanan ALLAH yg tanpa ridhonya semua apa yg aku lakukan tidak akan berkah...

* Suamiku adalah pilihan hidupku jadi jalan sepahit apapun akan aku lewati karena itu sudah menjadi pilihan hidupku.

* Tidak boleh ada kata menyesal (Naudzubillahmindzalik)

* Suamiku adalah salah satu jalan terbesar untukku memasuki pintu syurga-Nya ALLAH AZZA WA JALLA.

* Dan Suamiku adalah satu-s
atunya teman sejatiku di dunia karena dia pasti tidak akan menyesatkanku.

Nb : Jangan sampai kemarahan kita pada suami membuat kita mudah ditunggangi setan.

Jika kebaikan kita tidak terbalas oleh suami, percayalah ALLAH yang mempunyai cara untuk membalas kebaikan kita.





Aamiin Ya Rabb... :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SUBHANALLAH... :)



Aku tak mau suamiku berdosa..


Maka ku pakai jilbabku, berusaha menutup sempurna auratku...



Aku tak mau suamiku berdosa...


Maka ku lengkapi diriku, dengan ajaran agama, agar dapat membedakan, antara yang benar 


dan salah..



Aku tak mau suamiku berdosa,...


Lantas aku batasi pergaulanku...dengan yang bukan mahramku..



Aku tak mau suamiku berdosa....


Lantas aku menjaga diriku, agar terhindar dari fitnah manusia..



Aku tak mau suamiku berdosa...


Karena aku sayang suamiku...dan aku tak mau suamiku terpeleset Ke neraka jahanam karena diriku...



Aku tak mau suamiku berdosa....


Karena aku...Aku tak mau suamiku berdosa..




05-06-1989 & 28-05-1979

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sang Maha Cinta


(Nasehat Orang Tua Kepada Anaknya)

Anakku
hari ini ayah bundamu
menangis bahagia
. . .
Bahagia
melihatmu sudah beranjak dewasa
. . .
Bahagia
melihatmu sudah siap berumah tangga
. . .

Bahagia
melihatmu telah menemukan
tambatan hati
yang bersamanya
engkau akan mengarungi
luasnya samudera kehidupan
dimana kalian akan mengguratkan
tapak-tapak sejarah yang tiada terlupakan
. . .

Anakku,
Hari ini ayah bundamu melepaskanmu
dengan tangis dan tawa
Sebagai orang tua
yang kehilangan buah hatinya
sekaligus menemukan jati diri anaknya
. . .
Bahwa
engkau bukanlah milik kami
Karena kami ini tak lebih
hanya hamba yang mendapatkan amanah
dari Sang Maha Memiliki
. . .
Untuk sekedar menyiapkanmu
mengarungi jalan hidupmu sendiri
. . .
Sebuah bentangan jalan hidup
yang sangat berbeda
dengan yang telah kami lalui
. . .
Hidupmu adalah milikmu
hidupmu adalah milik anak-cucumu
hidupmu adalah milik orang-orang
yang membutuhkanmu
di zamanmu
. . .
Bukan milik ayah bundamu
meskipun kamilah penyebab kelahiranmu
. . .
Bukan milik ayah bundamu
meskipun kamilah yang mendidikmu
. . .
bukan milik ayah bundamu
meskipun kami sungguh mencintaimu
dengan sepenuh rindu
. . .

Sayangku
Hari ini ayah bundamu berlapang dada
melihatmu dalam kain kebaya
yang menandai perjalanan
hidup barumu yang penuh cinta
. . .
Meskipun
cinta tidak selalu bermakna tertawa
karena cinta juga bisa berwujud tangis
antara bahagia dan derita
antara suka dan duka
antara kegagalan dan kesuksesan
antara kesempitan dan kelapangan
. . .
Tak apa
biarkanlah kehidupan menampakkan
dirinya dengan seribu wajah
tetapi ia tidak akan pernah bisa berdusta
kepada orang-orang yang menyapanya
dengan penuh rasa cinta
bahwa kehidupan ini akan menjadi surga
bagi para pengabdi cinta
. . .

Cinta
akan menjadi kekuatan yang tiada tara
dalam mengarungi ganasnya kehidupan
yang seringkali menjungkirbalikkan
siapa saja yang melaluinya
dengan kebencian
. . .

Cinta
menjadi layar yang kokoh tiada bandingnya
dalam menjalankan biduk rumah tangga
yang seringkali dihempas gelombang
Dan menceraiberaikan
siapa saja yang ada di dalamnya
sambil menyelamatkan mereka
yang tak ikut bersalah
. . .

Cinta
menjadikan seseorang kuat bertahan
dalam beratnya ujian dan cobaan
menjadikan seseorang peka
dan penuh kepedulian
serta menjaganya
dalam indahnya kerhamonisan
Karena
Cinta adalah perwujudan DIA
Sang Maha Cinta
yang selalu bersama mereka
yang menggelorakan Sifat-sifat-Nya
yang penuh cinta
. . .

Anakku,
Sayangku, Cintaku
Hari ini ayah bundamu berpesan
warnailah lembaran hidupmu dengan cinta
iringi langkahmu dengan cinta
alirilah pembuluh darahmu dengan cinta
hiruplah nafasmu sepenuh cinta
dampingi suamimu dalam cinta
belailah anak-anakmu
dan seluruh generasi sesudahnya
dengan cinta
. . .
Karena itu berarti
engkau telah menghadirkan
Sang Maha Cinta
ke dalam seluruh geletar jiwamu
dan kehidupanmu
DIA akan memberkatimu
dengan segala rahmat-Nya
yang penuh cinta
. . .

Dengan menyebut nama-Nya
Dzat Yang Menguasai dan menjadi Sumber
Segala Cinta
. . .
Hari ini
Ayah bundamu berdoa
semoga hidupmu akan terus
mengalirkan rasa cinta
untuk suamimu, anak-anakmu
cucu-cucumu
dan seluruh generasi sesudahmu
Karena dengan cinta itulah
engkau akan menapaki hidup bahagia
di dalam ridha-Nya
Dan meleburkan diri dalam harmoni
Dzat Penguasa Jagat Semesta
Sang Maha Cinta
. . .

Ridha ayah bundamu
semoga menjadi ridha Allah kepadamu
Aamiin yaa mujiibas saailin
. . .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS