@sratnaningw

RSS

Sebuah Harapan


♪• Suamiku ..

Kuingin agar setiap perjumpaanku dengan mu menjadi sebuah perjumpaan manis, hiasi selalu dengan senyuman tulusmu karena senyummu adalah bahagiaku, do’amu adalah sebuah keridhoan bagiku.


♪• Suamiku ..

Bertutur-katalah yang lemah-lembut padaku ketika kau hendak sampaikan sesuatu agar ku mudah mencerna apa maksudmu, perhatikanku pula ketika ku ingin berbagi denganmu mendengarkan ucapan atau ceritanku. Karena bagiku itu adalah sebuah penghargaan.



♪• Suamiku ..

Kuinginkan sebuah panggilan kesayangan tuk jadikan sebuah kemesraan dalam hubungan.


♪• Suamiku ..

Kuingin kau lebih sebagai seorang sahabat yang berikan waktu untukku. Jangan terlalu sibuk dengan segala urusanmu, sediakan waktu untuk bercengkrama bersama denganku walau hanya sekedar tuk ingatkan tentang kenangan indah bersamamu.


♪• Suamiku ..

Jadikan bermusyawarah sebagai jalan dalam memecahkan persoalan keluarga dengan adanya 2 orang akan lebih mudah ditemukan sebuah jalan keluar


♪• Suamiku ..

Bantu aku dalam keta’atan kepada Allah. Biasakanlah bangunkan ku di sepertiga malam terakhir dan ajak ku menegakkan sholat Qiyamullail.


♪• Suamiku ..

Ajari ku apa yang kau ketahui dari Al- Qur’an dan tafsirnya.


♪• Suamiku ..

Ajari ku tak lepas dari kalimat “Dzikir” (cara untuk mengingat Allah dengan mencontoh Rasulullah) di pagi dan petang.


♪• Suamiku ..

Ingatkan selalu aku untuk membelanjakan uang di jalan yang diridhoiNya, menebar kebaikan dan jihad dijalan Islam.


♪• Suamiku ..

Cemburu adalah fitrah. Bahkan kuharap kaupun punya rasa cemburu terhadap aku, tetapi jangan berlebihan (cemburu buta).


♪• Suamiku ..

Kuingin kan sikap kesabaran dan kelembutan dalam menghadapiku jangan kau tunjukkan kekerasan dan kata-kata kasar padaku.

Selalu ingatkan aku jika ada perbuatan yang salah pada diriku, karena aku hanyalah wanita sederhana dengan kekurangan dalam diriku.


♪• Suamiku ..

Ma’afkan aku jika telah berbuat salah padamu, turunkan emosimu ketika kau hadapai aku, nasehatiku dengan kelembutanmu karena itu akan lebih mengena bagiku.


Ku yakin kau bisa lakukan itu…

Salam sayang untukmu selalu… :)


SR & AF

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Adzan Telinga Kanan, Iqamat Telinga Kiri

Dengan referensi kitab "Tuhfatul Habib Ala Mihtaj ila ma'rifati alfadhil Minhaj", Ada beberapa hal sunnah dilakukan apabila bayi baru lahir, yaitu :
1. Meng-adzani telinga kanan
2. Meng-iqomat-i telinga kiri

Efeknya apa? Menurut hadist, ada jin tertentu yang bernama Ummu Shibyan (US), dia suka mengikuti kelahiran bayi. Nah adzan tadi berguna agar gangguan US tidak menimbulkan efek apapun. Selain itu, agar kalimat-kalimat tauhid menjadi ilmu pertama yang didengar oleh bayi.

Sebab, memang adzan memiliki keistimewaan tersendiri, yakni bila di bacakan akan membuat setan lari. Selain itu, di sunnahkan membacakan bayi Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah : 255), (QS. Al-A'Raf : 54), Ayat QS Al-Ikhlas di telinga kanan dan Ayat Muawwidzatain yakni (QS. Al-Falaq & QS. An-Nas)

Setelah itu di sunnahkan membacakan doa buat si bayi, yaitu :
a-ilaaha-illalla-hul adhimul halim. La illaha-illalla-hu rabbul arsyil adhim. La-ilaaha-illallahu rabbus samawati warabbul ardli warabul arsyil karim.

Lalu dilanjutkan pembacaan doa (QS. Al-Qadr : 1-5)
Dalam kitab Al-Bajuri (Hasyiah Fathul Qorib), InsyaAllah telah disebutkan sbb : "Dengan dibacakan QS. Al-Qadr ini, bayi tersebut insyaAllah tidak akan berzina seumur hidupnya".

Rekomendasi bacaan di atas tidaklah wajib, hanya alangkah baiknya dibacakan demi masa depan baik si bayi yang baru lahir.


Sumber : "Koran Harian Bangsa, Sabtu 15 September 2012, halaman : 6"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sepucuk surat untuknya... :)



Calon suamiku…


Sengaja kusimpan rapi rindu ini,


Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta untukmu,


Yang saat ini belum bisa kuhaturkan padamu.


Hingga saatnya nanti tiba,


Ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita,


Dalam sebentuk ketaatan dan cinta,Upayaku menjadi sebaik-baik perhiasan dunia..




Calon suamiku..


Hari bahagia itu masih beberapa bulan lagi,


Tapi aku sudah merinduimu,


Engkau yang belum pernah hadir dalam episode kehidupanku,


Engkau yang sama sekali tak kukenal sebelumnya,


Pertemuan kita sekali saja..


Saat kau melihatku dan aku melihatmu


Sebuah proses syar’i yang diajarkan oleh Rosul kita yang mulia


Itu sudah cukup bagiku ,Untuk mantap dalam memilihmu..



Calon suamiku..


Bukannya aku ingin membanggakan diri,


Aku memilihmu bukan karena hartamu.


Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih kaya darimu,



Aku mantapkan hatiku bukan karena parasmu.


Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih tampan darimu,



Aku putuskan dirimu tuk jadi IMAMku bukan kerana nasab dan kedudukanmu.


Sebab pernah datang padaku sebelummu seorang yg lebih bangsawan dan berpangkat darimu.



Tapi aku tak mau hanya harta, paras, dan nasab atau kedudukan mereka..


Aku tak mau menyia-nyiakan sisa hidupku untuk mereka..


Yang kurang agama dan akhlaqnya..


Tapi aku ingin jadi orang yg beruntung seperti sabda Nabi kita..



“Wanita itu dinikahi karena empat perkara iaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)



Untukmu calon suamiku...


Ku memilihmu karena telah sampai berita kepadaku ,


Bahwa kau memiliki pemahaman aqidah yg lurus.


Kau mengusahakan sholat lima waktumu di masjid selalu,


Kau senantiasa mengamalkan sunnah-sunnah Rosul-Mu.


Kau upayakan dirimu tak ketinggalan hadir di majelis ilmu,



Serta alasanmu menikahiku adalah untuk menjaga kehormatanmu.


Telah pula sampai berita dari teman-temanmu,


Bahwa dirimu adalah sesosok yang baik dalam berperilaku.


Bahkan orangtua dan saudaramu memujimu..



Rasulullah Shalallohu’alayhiwasallam bersabda, "Bila datang kepada kalian orang yang kalian senangi akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah dia. Bila kalian tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar di bumi." (Shahih at-Tirmidzi 3/305).



Calon suamiku..


Bukannya diri ini mencari kesempurnaan


Karena kutahu sebagaimana ada dalam diriku, pun pasti ada cela dalam dirimu



Calon suamiku....


Hari-hariku merayap lambat


Ketika ku hanya bisa berusaha sabar menantimu


Mengikrarkan akad yang kan menjadikanku halal bagimu


Tak ingin menodai proses yang selama ini diperjuangkan benar-benar syar’i




Calon suamiku..


Jika kau juga merinduiku,


Maka bersabarlah,


Tetaplah mengokohkan aqidah,


Tegarlah dalam menegakkan sunnah,


Istiqomah dalam berakhlaqul karimah,


Bersemangatlah dalam mencari maisyah,



Karena ku disini menantimu,


Dengan segenap rindu dan kesabaranku…


Dengan do’a yang kulantun di hembus angin…


Agar ALLAH senantiasa menjagamu..


Memudahkan urusanmu..


Menjadi bermanfaat bagi kaum muslimin, tak hanya bagiku..




SR & AF ^_^


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Suami = Tangan Kanan-Nya :)




Bagiku...




* Suamiku adalah tangan kanan ALLAH yg tanpa ridhonya semua apa yg aku lakukan tidak akan berkah...

* Suamiku adalah pilihan hidupku jadi jalan sepahit apapun akan aku lewati karena itu sudah menjadi pilihan hidupku.

* Tidak boleh ada kata menyesal (Naudzubillahmindzalik)

* Suamiku adalah salah satu jalan terbesar untukku memasuki pintu syurga-Nya ALLAH AZZA WA JALLA.

* Dan Suamiku adalah satu-s
atunya teman sejatiku di dunia karena dia pasti tidak akan menyesatkanku.

Nb : Jangan sampai kemarahan kita pada suami membuat kita mudah ditunggangi setan.

Jika kebaikan kita tidak terbalas oleh suami, percayalah ALLAH yang mempunyai cara untuk membalas kebaikan kita.





Aamiin Ya Rabb... :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SUBHANALLAH... :)



Aku tak mau suamiku berdosa..


Maka ku pakai jilbabku, berusaha menutup sempurna auratku...



Aku tak mau suamiku berdosa...


Maka ku lengkapi diriku, dengan ajaran agama, agar dapat membedakan, antara yang benar 


dan salah..



Aku tak mau suamiku berdosa,...


Lantas aku batasi pergaulanku...dengan yang bukan mahramku..



Aku tak mau suamiku berdosa....


Lantas aku menjaga diriku, agar terhindar dari fitnah manusia..



Aku tak mau suamiku berdosa...


Karena aku sayang suamiku...dan aku tak mau suamiku terpeleset Ke neraka jahanam karena diriku...



Aku tak mau suamiku berdosa....


Karena aku...Aku tak mau suamiku berdosa..




05-06-1989 & 28-05-1979

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS